Rabu, September 17

MASALAH, VARIABEL, HIPOTESIS DAN DATA PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF DAN PENGEMBANGAN

Oleh: Wahyu Nur H

A.           MASALAH
Penelitian jenis apapun titik tolaknya tidak lain bersumber pada masalah. Tanpa masalah penelitian itu tidak dapat dilaksanakan. Pada dasarnya penelitian kualitatif tidak dimulai dari sesuatu yang kosong, tetapi dilakukan berdasarkan persepsi seseorang terhadap adanya masalah.  Dalam penelitian kualitatif “masalah” yang dibawa oleh peneliti masih remang-remang, bahkan gelap, kompleks, dan dinamis. Oleh karena itu, “masalah” dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara, tentative, dan akan berkembang atau berganti setelah peneliti berada dilapangan.
Terdapat perbedaan antara masalah dan rumusan masalah, masalah adalah penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi, sedangkan perumusan masalah adalah pertanyaan  penelitian yang disusun berdasarkan masalah yang harus dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.
Dalam pandangan peneliti kualitatif gejala dalam suatu obyek itu bersifat holistik (menyeluruh, tidak dapat dipisah-pisahkan). Dalam penelitian kuantitatif masalah yang akan dipecahkan melalui penelitian harus jelas, spesifik, dan dianggap tidak berubah. Sedangkan pada penelitian pengembangan, penelitian dapat dilakukan karena adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki suatu nilai tambah pada produk yang diteliti. Pemberdayaan akan berakibat pada peningkatan mutu dan akan meningkatkan pendapatan atau keuntungan dari produk yang diteliti. Masalah juga bisa dijadikan sebagai potensi, apabila kita dapat mendayagunakannya.

B.            VARIABEL
Dalam penelitian kualitatif, variabel yang digunakan tidak jauh berbeda dengan penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif hubungan antar semua varibel tersebut akan diamati, karena penelitian kualitatif berasumsi bahwa gejala itu tidak dapat diklasifikasikan, tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan (holistic). Dalam penelitian kuantitatif, variabel penelitian dapat diartikan sebagai atribut dalam penelitian yang berupa obyek, orang atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu dan telah ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti atau dipelajari dan disimpulkan. Dalam penelitian kuantitatif, variabel penelitian terdiri dari beberapa macam berdasarkan hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain. Dalam penelitian pengembangan, variabel penelitian adalah objek penelitian/apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Variabel penelitian dan pengembangan harus dipertimbangkan dengan mengacu pada karakteristik kondisi dan karakteristik faktor hasil yang diharapkan. Faktor kondisi, konteks ini dapat berupa visi dari suatu program yang dikembangkan, misi dari suatu program yang dikembangkan, tujuan program yang dikembangkan, karakteristik pelaksana, kendala yang tidak dapat dielakkan, dan sarana pendukung dalam pelaksanaan suatu program.
1.             Macam-macam variabel dalam penelitian
a.             Variabel Independen
Dalam bahasa Indonesia sering disebut variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Sebagai contoh: variabel bebas (independen) yang digunakan adalah pendekatan konstruktivistik (PBL dan QL) dan motivasi berprestasi (tinggi atau rendah).
b.             Variabel Dependen
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Sebagai contoh: variabel terikat (dependen) yang digunakan adalah kemampuan pemecahan masalah dan penguasaan konsep pada materi dasar pemrograman.
c.              Variabel Moderator
Variabel moderator adalah variabel yang dimanipulasi, dipilih atau diukur peneliti untuk mengetahui apakah peneliti memodifikasi hubungan yang ada antara variabel independen dengan dependen. Sebagai contoh, perbedaan variabel X (tingkat kecerdasan) dan variabel Y (hasil belajar), peneliti menduga bahwa variabel X (tingkat kecerdasan) dan variabel Y (hasil belajar) dapat dimodifikasi oleh variabel Z (pendekatan audio-tutorial), maka variabel Z (pendekatan audio-tutorial) adalah variabel moderator.
d.             Variabel Intervening (Antara)
Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi gejala yang diamati, tetapi tidak dapat diamati, dimanipulasi, maupun diukur. Sebagai contoh, kebiasaan membaca menunjukkan hubungan yang positif dengan umur, tetapi hanya melalui suatu variabel antara yaitu pendidikan. Ini berarti bahwa seorang lanjut usia yang tidak sekolah, tidak akan lebih banyak membaca dibandingkan pada masa mudanya.
e.              Variabel Kontrol
Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan atau dinetralkan pengaruhnya sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol sering digunakan untuk melakukan penelitian yang bersifat membandingkan. Sebagai contoh: perbedaan rasa, warna dan tekstur pada permen jelly jeruk mandarin dan jeruk lokal. Variabel kontrolnya adalah waktu dan suhu yang digunakan saat membuat permen jelly sama dan komposisi bahan (berat bahan) yang digunakan dalam pembuatan permen jelly juga sama.

C.           HIPOTESIS
Hipotesis adalah pernyataan tentatif yang merupakan dugaan atau terkaan tentang apa saja yang kita amati dalam usaha untuk memahaminya. Dalam suatu penelitian hipotesis memiliki fungsi, yaitu: menguji kebenaran suatu teori, memberi ide untuk mengembangkan suatu teori, memperluas pengetahuan kita mengenai gejala-gejala yang kita pelajari. Dalam penelitian pengembangan hipotesis digunakan apabila dilakukan uji efektivitas, efisiensi, kemenarikan, kepraktisan dari prototipe yang sudah teruji melalui kegiatan eksperimen pada latar dan sasaran yang lebih luas.
Dilihat dari posisi dimana hipotesis ditempatkan, dapat dibedakan menjadi hipotesis penelitian dan hipotesis statistika. Berikut uraian dari dua macam hipotesis tersebut:
1.             Hipotesis Penelitian
Hipotesis ini berfungsi memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah (research questions). Hipotesis ini umumnya sama banyaknya dengan jumlah rumusan masalah yang telah ditetapkan dalam rencana penelitian. Dilihat dari posisinya ditempatkan pada bab kedua, setelah landasan teori atau setelah kerangka berpikir tersusun. Hipotesis penelitian pada umumnya tidak diuji menggunakan teknik statistika, karena fungsinya yang utama adalah untuk memberikan jawaban sementara sebagai rambu-rambu tindakan selanjutnya.
2.             Hipotesis Statistika
Hipotesis ini strukturnya merupakan rangkaian dua atau lebih variabel yang menjadi interes dan hendak diuji oleh si peneliti. Hipotesis ini digunakan jika peneliti melakukan uji analisis dengan hanya menggunakan sebagian dari keseluruhan data yang ada, sedangkan proses teknik statistika yang menggambarkan pengambilan keseluruhan ke arah sebagian populasi disebut sebagai proses inferensi. Jika hasil analisis dari sampel tersebut lalu digunakan untuk menyimpulkan hasil analisis keseluruhan atau populasi, maka proses tersebut disebut sebagai proses generalisasi.

D.           DATA
Dalam penelitian kualitatif, data dapat diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi dimana data yang diperoleh harus sesuai dengan tingkat keajegan dan kejenuhan suatu data, dan pengumpulan data dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Pada penelitian pengembangan upaya mengumpulkan data melalui kegiatan Training Needs Assesment dapat berupa kegiatan wawancara, pengamatan, pertemuan kelompok, dan survei menggunakan kuesioner. Pemilihan kegiatan untuk pengumpulan data bergantung pada konteks bidang program yang dikembangkan dan sifat dari data atau informasi yang diperlukan.

Jenis data yang digunakan pada penelitian kualitatif terdiri dari dua jenis, yaitu:
1.             Data primer, yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh suatu lembaga dan diterbitkan oleh lembaga itu pula. Contoh data primer yaitu: hasil wawancara dengan informan berupa: 1) data tentang persiapan yang dilakukan SMK Negeri 1 Bontang dalam mewujudkan sekolah bertaraf internasional, 2) data proses pelaksanaan program sekolah menengah kejuruan bertaraf internasional di kota Bontang.
2.             Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari pihak lain yang telah mengumpulkan terlebih dahulu dan menerbitkannya. Contoh data sekunder yaitu: data hasil penelitian terdahulu.

Data yang baik harus memenuhi dua persyaratan atau dua prinsip, yakni:
1.             Data harus memenuhi prinsip reliabilitas
Prinsip ini meliputi syarat-syarat sebagai berikut:
a.              Data harus obyektif, artinya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sesuai dengan apa adanya.
b.             Data harus representatif, artinya data sampel itu harus dapat mewakili seluruh populasinya.
c.              Data harus teliti, artinya mempunyai penyimpangan standar yang kecil. Perkiraan parameter populasi dikatakan baik bila penyimpangan standarnya kecil.
2.             Data harus memenuhi prinsip validitas
Prinsip validitas ini meliputi syarat-syarat sebagai berikut:
a.              Data harus tepat waktu (up to date), artinya tidak kadaluwarsa agar supaya faktor biasnya kecil.
b.       Data harus relevan, artinya ada hubungannya dengan permasalahan yang akan dipecahkan.

1 comments:

Khothibul Iman mengatakan...

jugjgjggj

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More