Sabtu, Februari 19

Kau Anggap Kami Apa?

........
sekarang ku tantang kau
-seorang bangsat dalam jajaran berdasi-

dalam pidatomu di lapangan pinggir desaku yang malang ini
kau ucapkan dengan lantang padaku dan pada kami yang mendengarkan bualan periodikmu
"Kalian adalah masa depan masa depan bangsa!
Kalian adalah para penerus pahlawan-pahlawan bangsa
dan di punggung kalian, nasib bangsa ini dipertaruhkan!"

hha...
aku, aan, arip, aris, guk san, guk di dan yang lain
semuanya tertawa bersama tepukan formal yang kami hadiahkan untuk gaya dan tenagamu

..........

"Jika kami memang masa depanmu! Bersiapkah engkau jadi masa lalu?"

..........
Kau katakan dengan lantang, kami ini masa depan kalian,
Namun ketika kami bergeming tentang kesiapan kaian menjadi masa lalu, maka jawaban tak pasti yang kami dapat.

Engkau memang benar2 tidaklah siap menjadikan kami tulang punggung bangsamu ...yang besar ini...
sekali lagi, aku dan teman2ku tertawa abis...
sampai2 perut kami yang pada buncit karna mahalnya hidup, membuat kami berpikir tuk pergi meninggalkan bualan2mu dan membuangnya jauh2 ke angkasa...

biar semua tau bahwa semua itu PALSU!

Malang, 29 Juli 2010

0 comments:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More